Senin, 11 November 2013

Pelapisan sosial dan Kesamaan derajat

1.      Pelapisan sosial
Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat).
Stratifikasi sosial menurut Pitirim A. Sorokin mengatakan bahwa sistem lapisan dalam masyarakat itu merupan ciri yang tetap dan umum dalam masyarakat yang hidup teratur.
Stratifikasi sosial menurut Drs. Robert M.Z. Lawang adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.
Stratifikasi sosial menurut Horton dan Hunt adalah sistem perbedaan status yang berlaku dalam suatu masyarakat
Stratifikasi sosial menurut Soerjono Soekanto adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.

Ukuran atau kriteria yang menonjol atau dominan sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial adalah sebagai berikut :
·         Ukuran kekayaan ( materi atau kebendaan ) dapat dijadikan ukuran penempatan anggota masyarakat kedalam lapisan-lapisan sosial yang ada, barang siapa memiliki kekayaan paling banyak mana ia akan termasuk lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial, demikian pula sebaliknya. Kekayaan tersebut dapat dilihat antara lain pada bentuk tempat tinggal, benda-benda tersier yang dimilikinya, cara berpakaian, maupun kebiasaan dalam berbelanja, serta kemampuan dalam berbagi kepada sesama.
·         Ukuran kekuasaan dan wewenang paling besar akan menempati lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial. Ukuran kekuasaan tidak lepas dari ukuran kekayaan, sebab orang kaya dalam masyarakat mampu menguasai orang lain yang tidak kaya, atau sebaliknya.
·         Ukuran kehormatan dapat terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan. Orang-orang yang disegani atau dihormati akan menempati lapisan atas dari sistem pelapisan sosial masyarakat. Ukuran kehormatan ini sangat terasa pada masyarakat tradisional, biasanya mereka sangat menghormati orang-orang yang banyak jasanya kepada masyarakat, para orang tua ataupun orang-orang yang berprilaku dan berbudi luhur.
·         Ukuran ilmu pengetahuan sering dipakai oleh anggota-anggota masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan. Seseorang yang paling menguasai ilmu pengetahuan akan menempati lapisan tinggi dalam sistem pelapisan sosial masyarakat yang bersangkutan, penguasaan ilmu pengetahuan ini biasanya terdapat dalam gelar-gelar akademik ( kesarjanaan ), atau profesi yang disandang seseorang, misalnya dokter, insinyur, doktor dan lain-lain. Namun sering timbul akibat negatif dari kondisi ini jika gelar-gelar yang disandang tersebut lebih dinilai tinggi daripada ilmu yang dikuasainya.

2.      Kesamaan derajat
Adalah suatu sifat yang menghubungkan antara manusia dengan lingkungan masyarakat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat maupun terhadap pemerintah dan negara. Hak dan kewajiban sangat penting ditetapkan dalam perundang-undangan atau konstitusi. Undang-undang itu berlaku bagi semua orang tanpa terkecuali dalam arti semua orang memiliki kesamaan derajat. Kesamaan derajat ini terwujud dalam jaminan hak yang yang diberikan dalam berbagai faktor kehidupan.
Pelapisan sosial dan kesamaan derajat mempunyai hubungan, kedua hal ini berkaitan satu sama lain. Pelapisan sosial berarti pembedaan antar kelas-kelas dalam masyarakat yaitu antara kelas tinggi dan kelas rendah, sedangkan kesamaan derajat adalah suatu yang membuat  bagaimana semua masyarakat ada dalam kelas yang sama tiada perbedaan kekuasaan dan memiliki hak yang sama sebagai warga negara, sehingga tidak ada dinding pembatas antara kalanganatas dan kalangan bawah.

3.      Massa
Massa atau crowd adalah suatu bentuk kumpulan (collection ) individu-individu, dalam kumpulan tersebut tidak terdapat interaksi dan dalam kumpulan tersebut tidak terdapat adanya struktur dan pada umumnya massa berjumlah orang banyak dan berlangsung lama.
·         Massa menurut Gustave Le Bon ( yang dapat dipandang pelopor dari psikolog massa) bahwa massa itu merupakan suatu kumpulan orang banyak, berjumlah ratusan atau ribuan, yang berkumpul dan mengadakan hubungan untuk sementara waktu karena minat dan kepentingan  yang sementara juga. Contoh orang yang melihat pertandingan sepak bola, orang menonton bioskop dan sebagainya.
·         Massa menurut Mennicke (1948) mempunyai pendapat dan pandangannya yang lain sehingga ia membedakan antara massa abstrak dan massa konkrit. Massa abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang didorong oleh adanya persamaan minat, persamaan perhatian, persamaan kepentingan, persamaan tujuan, tidak adanya struktur yang jelas, tidak terorganis. Massa konkrit adalah adanya ikatan batin, adanya persamaan norma, mempunyai struktur yang jelas.
·         Massa menurut Park dan Burgess (Lih. Lindzey, 1959) membedakan antara massa aktif (mob) dan massa pasif (audience). Dalam mob telah ada tindakan-tindakan nyata misalnya demonstrasi, perkelahian massal. Sedangkan pada tindakan yang nyata, misal orang-orang yang berkumpul untuk menjadi mob. Sebaliknya Mob dapat menjadi audience.

4.      Contoh kasus yang akan saya bahas adalah perbedaan pekerjaan dapat sangat membedakan suatu status di dalam masyarakat itu terutama di daerah perkotaan. Seperti para petinggi negara kita ini karena semakin tinggi jabatan yang dia pegang dan semakin tinggi pula kekuasaan yang dia pegang.
Tanggapan saya adalah sebaiknya orang yang mempunyai status lebih tinggi dibandingkan lainnya sebaiknya tidaklah angkuh ataupun sombong karena semua manusia adalah makhluk sosial dan saling membutuhkan satu sama lainnya.



Sumber :


Senin, 04 November 2013

Posisi dan fungsi warga negara atau pemerintahan

1.      Negara
Suatu daerah atau wilayah yang ada di permukaan bumi dimana terdapat pemerintahan yang mengatur ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan keamanan, dan lain-lainnya. Didalam suatu negara minimal terdapat unsur-unsur negara seperti : rakyat, wilayah, pemerintah yang berdaulat serta pengakuan dari negara lain.
Pengertian negara berdasarkan pendapat para ahli :
·         Roger F. Soltau : Negara adalah alat atu wewenang yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat
·         Georg Jellinek : Negara merupakan organisasi kekuasaan dari kelompok manusia yang telah berdiam di suatu wilayah tertentu
·         Prof. R. Djokosoetono : Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada dibawah suatu pemerintahan yang sama.
Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berbentuk republik yang telah diakui oleh dunia internasional dengan memiliki ratusan juta rakyat, wilayah darat, laut, dan udara yang luas serta terdapat organisasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berkuasa.
Fungsi – fungsi Negara :
ü  Mensejahterakan serta memakmurkan rakyat : negara yang sukses dan maju adalah negara yang bisa membuat masyarakat bahagia secara umum dari sisi ekonomi dan sosial kemsayarakatan
ü  Melaksanakan ketertiban : untuk menciptakan suasana lingkungan yang kondusif dan damai diperlukan pemeliharaan ketertiban umum yang didukung penuh oleh masyarakat
ü  Pertahanan dan keamanan : negara harus bisa memberi rasa aman serta menjaga dari segala macam gangguan dan ancaman yang datang dari dalam maupun luar
ü  Menegakkan keadilan : negara membentuk lembaga-lembaga peradilan sebagai tempat warganya meminta keadilan di segala bidang kehidupan

2.      Warga negara
Bagian dari penduduk suatu negara. Warga negara memiliki hubungan dengan negaranya. Kedudukannya sebagai warga negara menciptakan hubungan berupa peranan, hak, dan kewajiban yang bersifat timbal balik.
Negara indonesia telah menentukan siapa-siapa yang menjadi warga negara. Ketentuan tersebut tercantum dalam pasal 26 UUD 1945 sebagai berikut :
·         Yang menjadi warga negara ialah orang-orang indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan undang-undang sebagai warga negara
·         Penduduk ialah warga negara indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di indonesia
·         Hal-hal mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang
Berdasarkan hal diatas, kita mengetahui bahwa orang yang dapat menjadi warga negara indonesia adalah :
a)      Orang – orang bangsa indonesia asli
b)      Orang – orang bangsa lain yang disahkan dengan undang – undang menjadi warga negara
Adapun Undang – Undang yang mengatur tentang warga negara adalah Undang – Undang No 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Wujud hubungan antara warga negara dengan negara adalah berupa peranan (role). Peranan pada dasarnya adalah tugas apa yang dilakukan sesuai dengan status yang dimiliki. Dalam hal ini sebagai warga negara. Hak dan kewajiban warga negara indonesia tercantum dalam Pasal 27 sampai pasal 34 UUD 1945. Beberapa hak warga negara indonesia antara lain :
ü  Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak
ü  Hak membela negara
ü  Hak berpendapat
ü  Hak kemerdekaan memeluk agama
ü  Hak mendapat pengajaran DLL

Sedangkan kewajiban warga negara indonesia terhadap negara adalah :
ü  Kewajiban mentaati hukum dan pemerintahan
ü  Kewajiban membela negara
ü  Kewajiban dalam upaya pertahanan negara

Selain itu ditentukan pula hak dan kewajiban negara terhadap warga negara. Beberapa ketentuan tersebut, antara lain :
·         Hak negara untuk ditaati hukum danpemerintah
·         Hak negara untuk dibela
·         Hak negara untuk menguasai bumi, air, dan kekayaan intuk kepentingan rakyat
·         Kewajiban negara untuk menjamin sistem hukum yang adil
·         Kewajiban negara untuk menjamin hak asasi warga negara
·         Kewajiban negara mengembangkan sistem pendidikan nasional untuk rakyat
Secara garis besar, hak dan kewajiban warga negara yang telah tertuang dalam UUD 1945 mencakup bidang-bidang ini antara lain : bidang politik dan pemerintahan, sosial, keagamaan, pendidikan, ekonomi, dan pertahanan.
3.      Contoh kasusnya adalah pentingnya peran warga negara dalam melestarikan kebudayaan  negaranya masing-masing. Indonesia mempunyai berbagai kebudayaan seperti tarian, masakan, bahasa dan masih banyak lagi. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara harus menjaganya karena kalau tidak kebudayaan kita akan diambil atau di hak miliki oleh negara lain. Contoh tari pendet yang telah diakui oleh negara tetangga kita “malaysia”.

4.      Tanggapan  saya adalah sangat memprihatinkan dikarenakan sudah lama nya kebudayaan itu di indonesia tapi kurangnya perhatian warga indonesia pada kebudayaan miliknya, kita lebih membanggakan dengan  kebuadayaan orang lain, karena itu kia harus lah melestarikannya agar tidak kembali direbut oleh negara orang.

Sumber :


Peranan pemuda dan identitasnya di dunia pendidikan dan perguruan

1.      Pendidikan
Sarana bagi para pemuda dalam rangka mencari kesuksesan di masa depan dengan cara belajar berbagai macam ilmu baik secara akademik maupun non akademik. Belajar secara akademik seperti belajar di suatu lembaga yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni tertentu, yang mencakup program pendidikan sarjana, magister, dan doktor. Dan belajar secara non akademik itu seperti kemampuan seseorang diluar bidang akademik atau pembelajaran contoh : ahli dalam olahraga.

2.      Peranan pemuda di bidang pendidikan
Kemajuan suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas pendidikannya sedangkan masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Disinilah terlihat keterkaitan peran pemuda dalam pendidikan. Oleh karena itu, masalah pendidikan nasional harus menjadi prioritas dalam pembangunan bangsa, dan hal itu telah diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 khususnya pasal 31 ayat (3).
Dalam rangka mengimplementasikan amanat tersebut semestinya pemerintah dapat menyelenggarakan pendidikan yang dapat diikuti oleh seluruh bangsa tidak terkecuali yang belum beruntung dalam bidang ekonomi. Pendidikan bukan semata-mat menekankan arti penting nilai akademik kecerdasan otak atau intelegensia. Namun, harus mencakup kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.
Peranan pemuda jelas menjadi sangat penting khususnya para mahasiswa dan hal itu juga telah dibuktikan oleh para pejuang pergerakan nasional. Namun harus disesuaikan dengan tuntutan situasi dan kondisi serta pengembangan zaman dengan tidak meninggalkan nilai-nilai dan jati diri bangsa. Generasi muda merupakan pondasi bangsa dan sebagai agent of change yang diharapkan mampu tampil untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang telah dirintis oleh founding fathers termasuk dalam memajukan pendidikan.
Dengan peran pemuda yang sangat penting itu maka diharapkan para pemuda dapat menjalankan peranannya dengan baik seperti berprestasi di bidang akademik maupun non akademik.
Dan dapat diharapkan para pemuda mencerdaskan diri dengan mengenyam dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang mereka punyai.
Para pemuda, para pelopor pendidikan indonesia mampu mengenal secara esensial apa itu pendidikan, yakni memediasi manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan demi mencapai kemaslahatan bersama. Inilah torehan sejarah berdarah dan sarat nilai, peran pemuda indonesia dalam kanca historisnya adalah mengambil posisi pelopor dalam mentransformasi budayanya melalui penciptaan media serta alat-alat perjuangannya melalui pendidikan yang revolusioner dan bukan yang lain.



3.      Contoh kasus yang akan saya angkat adalah bagaimana cara mewujudkan pendidikan nasional yang baik.
Negara indonesia ini memang masih menghadapi kendala dalam anggaran. Oleh karena itu, walaupun anggaran pendidikan telah mengalami kenaikan. Namun, dirasakan belum mencukupi untuk mewujudkan hasil pendidikan yang diharapkan. Diperlukan kesadaran dari semua penyelenggara negara untuk kesadaran dari semua penyelenggara negara untuk memprioritaskan pendidikan, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Disamping itu semua komponen bangsa termasuk para pengusaha yang sudah maju perlu berkontribusi dalam pendidikan yang merupakan bentuk tanggung jawab sosial.

4.      Tanggapan saya adalah lebih diaturnya pendidikan di indonesia, baik dalam hal anggaran atau pun dari para pengurusnya.dalam hal kepengurusan sebaiknya tidak mengganggu jalannya pendidikan itu sendiri dikarenakan apabila sudah rusak dari dalam maka akan rusak semuanya. Karena itu  menurut saya melalui pendidikanlah dapat menghasilkan pemuda-pemuda yang tidak hanya menyandang gelar sarjana namun juga pemuda yang memiliki motivasi, semangat ilmiah, yang kreatif dalam berbagai hal, yang selalu mencari kesempurnaan dan juga menghindarkan apatisme serta setengah-setengah.

Sumber :

Senin, 21 Oktober 2013

Peranan pemuda dalam sosialisasi, internalisasi belajar dan pembinaan pengembangan generasi muda

1.      Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses penamaan atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari suatu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelomok atau masyarakat sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan ( role theory ). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu. Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi 2 : sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkungkung dan diatur secara formal.
                                                                                   
2.      Jenis-jenis Sosialisasi : terbagi menjadi  2
·         Sosialisasi primer : Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalanini individu  semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat ( keluarga ). Dalam tahap inin, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas di dalamnya. Warna kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh warna kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dengan anggota keluarga terdekatnya.
·         Sosialisasi sekunder : suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat.
·         Formal : terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer.
·         Informal : terjadi di lingkungan masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti teman, sahabat, sesama anggota klub dan kelompok-kelompok sosial lainnya.
3.      Proses Sosialisasi
Tahap Persiapan ( Prepatory Stage ) : tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
Tahap Meniru ( Play Stage ) : tahap ini semakin sempurnnya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak.
Tahap Siap Bertindak (Game Stage) : peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutanuntuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya.
Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalized Stage/Generalized other) : tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang sekitar namun juga dengan masyarakat luas.

4.      Pengertian Internalisi
Internalisasi adalah norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusionalisasi saja, akan tetapi mungkin norma-norma tersebut sudah mendarah daging dalam jiwa anggota-anggota masyarakat. Norma-norma ini kadang dibedakan antara norma-norma : yang mengatur pribadi yang mencakup norma kepercayaan yang bertujuan agar manusia berhati nurani yang bersih, yang mengatur hubungan pribadi, mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum serta mempunyai tujuan agar manusia bertingkah laku yang baik dalam pergaulan hidup dan bertujuan untukmencapai kedamaian hidup.
5.      Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Generasi muda merupakan generasi penerus perjuangan bangsa dan sumber daya insani bagi pembangunan nasional, generasi muda diharapkan dapat memikul tanggung jawab untuk kelestarian bangsa dan negara. Pola dasar pembinaan dan pembangunan generasi muda ditetapkan oleh menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Tujuannya agar semua pihak yang turut serta dan berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakannya sebagai pedoman sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda disusun berlandaskan :
·         Landasan idiil ( Pancasila )
·         Landasan Konstitusional ( UUD 1945 )
·         Landasan Strategi ( Garis-garis besar haluan negara )
·         Landasan Histories ( Sumpah Pemuda dan Proklamasi )
·         Landasan Normatif ( Tata Nilai di Tengah Masyarakat )
Dalam hal ini, Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda menyangkut 2 pengertian pokok, diantaranya :
·         Mereka yang telah memiliki bekal dan kemampuan serta landasan untuk mandiri dan keterlibatannya pun secara fungsional bersama potensi lainnya guna menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh bangsa ini.
·         Mereka yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah pertumbuhan potensi dan kemampuan ketingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri yang melibatkan secara fungsional.
6.      Contoh kasus :
Hasil riset dari penelitian yang telah dilakukam oleh KOMNAS Perlindungan Anak 2007 ataupun BKKBN 2010, mengenai perilaku remaja yang melakukan hubungan seks pra nikah, menunjukkan kecenderungan meningkat. Data hasil riset BKKBN misalnya, mengatakan bahwa separuh remaja perempuan lajang yang tinggal di wilayah Jakarta, Bogor, Tanggerang, dan Bekasi telah kehilangan keperawanannya dan mengaku pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah, bahkan tidak sedikit yang mengalami kasus hamil di luar nikah.
Penyebab remaja melakukan seks bebas :
·         Orang tua : karena kurangnya bimbingan dan pengawasan sudah pasti akan membuat anak menjadi liar dan susah di kontrol. Orang tua pun yang terlalu percaya kepada anak tanpa mengetahui aktivitas yang dilakukan di luar rumah
·         Lingkungan atau Teman : sekuat apapun kita mempertahankan diri kalu lingkungan dan orang-orang terdekat kita tidak mendukung kita, bukan tidak mungkin kita yang akhirnya terikut dengan mereka.
·         Uang : zaman sekarang ini uang adalah segalanya, tolak ukur seseorang ada pada uang, kehormatan, harga diri. Karena itu, orang-orang yang kebutuhannya tidak terpenuhi akan melakukan segala cara agar mendapatkan yang diinginkan.
·         Iman yang lemah : seseorang yang tidak punya iman dihatinya sudah pasti tidak tahan dengan godaan sekecil apapun.
·         Ketagihan : sama seperti makan, seks membuat seseorang ketagihan dan ingin terus melakukannya.
7.      Tanggapan saya tentang seks bebas
Karena di indonesia atau bahkan di dunia sudah sangat banyak beredar film porno sehingga menyebabkan banyaknya remaja yang mudah sekali mendapatkanya dan selain itu karena pengaruh dari pergaulan yang sangat bebas. Oleh karena itu pengawasan orang tua sangatlah penting.
Cara –cara mencegah seks bebas :
·         Pondasi keimanan yang kuat dan sehat, karena dengan mendekatkan diri pada tuhan dapat menguatkan iman kita dari segala godaan baik yang kecil maupun yang besar.
·         Memilih teman pergaulan, karena dari itu lah akan tercipta perilaku kita di masa depan.
·         Menjaga hubungan baik dengan kedua orang tua, karena orang tua sangat berpengaruh pada pembentukan karakter anak.
·         Hindari menonton film berbau seks, dengan tidak menontong itu akan mengurangi hasrat untuk melakukan yang sama.
·         Hindari pembicaraan yang mengarah kepada seksual


Sumber :

http://ijalmacosmatt.wordpress.com/tips-tips/tips-menghindari-seks-bebas/


Individu dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan

1.       Pengertian individu
Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”.dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengankehidupan dan jiwa yang majemuk memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai media keseluruhan, maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki perasaan khas atau spesifik dalam kepribadiannya.
Terdapat 3 aspek dalam individu, yaitu :
·         Aspek organik jasmaniah
·         Aspek psikis rohaniah
·         Aspek sosial
Dimana aspek tersebut saling berhubungan dan apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya. Apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatkan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampe pada dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri. Dalam proses ini maka individu terbebani berbagai peranan yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup, yang akhirnya muncul suatu kelompok yang akan menentukan kemantapan satu masyarakat.

 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
·         Faktor dalam ( internal )
Gen adalah substansi atau materi pembawa sifat yang diturunkan dari induk. Gen mempengarui ciri dan sifat makhluk hidup seperti : bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna kulit dan lain-lain. Gen juga menentukan kemampuan metabolisme makhluk hidup. Sehingga mempengruhi pertumbhan dan perkembangannya. Apabila memiliki gen yang baik akan tumbuh dan berkembang dengan cepat sesuai periode pertumbuhan. Meskipun peranan gen sangat pebting, faktor genetis bukan satu-satunya faktor yang menentukan pola pertumbuhan dan perkembangan, karena juga dipengaruhi faktor lain, seperti sifat unggul.

 Hormon juga berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh.

·         Faktor luar ( eksternal )
Makan atau nutrisi bergizi adalah sumber energi dalam proses metabolisme tubuh

Lingkungan sangat mempengaruhi pertumbuhan makhluk hidup, seperti faktor lingkungan fisik antara lain : suhu udara, cahaya, dan kelembapan,

3.      Contoh kasus :
Jumlah remaja yang meninggal akibat kecanduan narkoba tiap tahun kini kian meningkat. Umumnya pemakai narkoba adalah anak di bawah usia 18 tahun atau remaja yang pada umumnya adalah penerus bangsa ini. Bahkan, 3 dari 10 anak di negri ini terlibat penggunann narkoba sekaligus terlibat produksi dan distribusinya. Dapat dibayangkan bila banyak remaja kita mengkonsumsi dan mendistribusikan “narkoba”, bagaimana nasib negara ini?
Berdasarkan data dari Badan Narkotika Narkoba ( BNN ), dari 4 juta pemakai semua berpotensi menjadi pecandu. Menyedihkannya, justru itu semua berawal dari susahnya penyuluhan pada orang tua. Maka dari itu saya akan menjelaskan apa saja penyebab anak bisa menggunakan narkoba dan bagaimana cara menangani anak yang sudah terkena narkoba.
Penyebab anak dibawah umur menggunakan narkoba :
·         Ajakan, bujukan teman atau anggota kelompok sebaya
·         Cenderung memiliki gangguan jiwa seperti kecemasan, obsesi, apatis, menarik diri dalam pergaulan, depresi, kurang mampu menghadapi stres atau hiperaktif
·         Suka berpetualang, mencari sensasi, melakukan hal-hal yang mengandung resiko bahaya yang berlebihan
·         Ketidaktahuan akan bahaya narkoba
·         Orang tua tidak acuh dan tidak melakukan pengawasan
·         Tidak adanya perhatian dari keluarga dan tidak mendapatkan kasih sayang
·         Jauh dari tuhan

Cara menangani anak yang sudah terkena narkoba :
·         Dekati dengan perlahan, bicara dari hati ke hati, terutama orang tua kepada anaknya
·         Ajak dia agar mendekatkan diri pada tuhannya
·         Beri perhatian lebih

4.      Tanggapan saya tentang kasus ini adalah kesalahan anak menggunakan narkoba tidak jauhlah dari orang tuanya yang mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga perhatian pada anaknya berkurang yang menyebabkan anaknya berlari ke jalur narkoba. Dengan begitu, saya akan menjelaskan cara yang harus dilakukan orang tua agar anak terbebas dari narkoba :
·         Ikut terlibat dalam kegiatan anaknya
·         Belajar untuk saling berkomunikasi
·         Memberi contoh yang baik pada anaknya
·         Buat aturan yang tegas dan jelas
·         Mengembangkan nilai-nilai agama di rumah


 Sumber :

Penduduk dan Masyarakat

1.      Pengertian Penduduk
Penduduk adalah orang-orang yang berada dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu.
Penduduk didefinisikan menjadi 2 yaitu :orang yang tinggal di daerah tersebut dan orang yang berhak tinggal di daerah tersebut.
Dengan kata lai orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal disitu. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Kepadatan penduduk di hitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Penduduk dunia saat ini telah mencapai lebih dari 6 miliar, dimana diantara jumlah tersebut, 80% tinggal di negara-negara berkembang. Sementara itu, United Nations (2011) memproyeksikan bahwa penduduk perkotaan di negara-negara berkembang terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan penduduk total negara-negara berkembang pada umumnya, yakni sekitar 1,2%. Meskipun penduduk di negara-negara maju juga meningkat dengan angka pertumbuhan yang lebih besar daripada angka pertumbuhan penduduk totalnya, dan juga angka urbanisasinya jauh lebih besar daripada negara-negara berkembang, pertumbuhan perkotaan di negara-negara berkembang tetap lebih cepat disertai dengan meningkatnya penduduk perkotaan secara absolut. Sensus penduduk tahun 2000 menunjukan jumlah penduduk perkotaan di indonesia telah mencapai lebih dari 85 juta jiwa, dengan laju kenaikan sebesar 4,40% per tahun selama kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira hampir 42% dari total jumlah penduduk.


2.      Masyarakat ( sebagai terjemahan istilah society ) adalah sekelompok orang yang membentuk sistem semi tertutup ( atau semi terbuka ). Society berasal dari bahasa arab “musyarak”. Atau lebih abstraknya, pengertian masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Kata society berasal dari bahasa latin, societas yang berati hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubngan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Dari definisi diatas masyarakat adalah sebuah komunitas yang saling tergantung satu sama lainnya atau interdependen.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan mata pencahariannya, pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada :
·         Masyarakat pemburu
·         Masyarakat pastoral nomadis
·         Masyarakat bercocok tanam
·         Masyarakat agrikultural intensif atau masyarakat peradaban
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya :
·         Masyarakat band
·         Suku, chiefdom
·         Masyarakat negara

3.     Mortalitas Penduduk.
Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian ( umumnya atau karena aku=ibat yang spesifik ). Pada suatu populasi, skala bersesuatu populasi, perkali satuan. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun. Hingga rata-rata mortalitas  sebesar 9,5 berarti pada populasi  100.000 terdapat 950 kematian per tahun.
10 negara dengan tingkat kematian terbesar :
·         Angola 192,50
·         Afganistan 165,96
·         Sierra leone 145,24
·         Mozambik 137,08
·         Liberia 295,00
·         Niger 122,66
·         Somalia 118,52
·         Mali 117,99
·         Tajikistan 112,10
·         Guinea bissa 108,72
4.      Saya akan membahas tentang tingginya angka kematian di indonesia terutama pada ibu dan janin.
TribunLampung.co.id – berdasarkan data dari kementrian kesehatan pada 2011 lalu, indonesia menyandang predikat pertama kasus ibu dan janindi asia. Hal tersebut diungkapkan dr.usman ginting, wakil direktur media rumah sakit natar medius.
ü  Penyebab-penyebab tingginya angka kematin ibu dan janin :
1.      Banyaknya persalinan masih dilakukan di rumah
2.      Usia ibu yang masih tergolong muda
3.      Kurangnya rumah sakit atau puskesmas di daerah-daerah terpencil
ü  Cara mengurangi angka kematian pada ibu dan janin
·         Melalui penempatan bidan di desa-desa terpencil
·         Pemberdayaan keluarga
·         Menggunakan buku kesehatan ibu dan anak ( buku KIA) dan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K)
·         Penyediaan fasilitas kesehatan pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar ( PONED ) di puskesmas

5.      Tanggapan saya tentang tingginya angka kematian pada ibu dan janin sangatlah memprihatinkan. Karena dengan tingginya angka kematian menunjukkan bahwa rendahnya kesehatan di indonesia khusunya tentang kelangsungan hidup di suatu wilayah, juga sebagai gambaran pembangunan manusia di suatu wilayah. Sangat menyedihkan, justru kematian ibu dan janin banyak terjadi di sekitar tenaga kesehatan. Karena tingginya angka kematian ini maka semua stakeholder terutama yang bekerja di bidang kesehatan harus mempunyai perhatian yang menyeluruh dalam setiap pelayanan kesehatan, yaitu dengan menurunkan angka kematian ibu dan janin sampai titik nol kecuali kematian akibat kecelakaan. Jadi kesimpulannya : Petugas medis haruslah meningkatkan pelayanannya terutama pada ibu dan janin, Para ibu pun diberi penyuluhan bagaimana cara mengatasi masalah yang akan mereka hadapi, Kepeduliaan dari masyarakat sekitar karena dari kepedulian itulah akan membantu mengurangi terjadinya kematian ibu dan janin.

 Sumber :

adiatmojo1.blogspot.com/2012/10/pengertian-penduduk-masyarakat-dan.html
id.wikipedia.org/wiki/mortalitas
lampung.tribunnews.com/2012/03/17/indonesia-nomor-1-kasus-kematian-ibu-janin-di-asia