Senin, 21 Oktober 2013

Penduduk dan Masyarakat

1.      Pengertian Penduduk
Penduduk adalah orang-orang yang berada dalam suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan dan saling berinteraksi satu sama lain secara terus menerus / kontinu.
Penduduk didefinisikan menjadi 2 yaitu :orang yang tinggal di daerah tersebut dan orang yang berhak tinggal di daerah tersebut.
Dengan kata lai orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal disitu. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Kepadatan penduduk di hitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Penduduk dunia saat ini telah mencapai lebih dari 6 miliar, dimana diantara jumlah tersebut, 80% tinggal di negara-negara berkembang. Sementara itu, United Nations (2011) memproyeksikan bahwa penduduk perkotaan di negara-negara berkembang terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan penduduk total negara-negara berkembang pada umumnya, yakni sekitar 1,2%. Meskipun penduduk di negara-negara maju juga meningkat dengan angka pertumbuhan yang lebih besar daripada angka pertumbuhan penduduk totalnya, dan juga angka urbanisasinya jauh lebih besar daripada negara-negara berkembang, pertumbuhan perkotaan di negara-negara berkembang tetap lebih cepat disertai dengan meningkatnya penduduk perkotaan secara absolut. Sensus penduduk tahun 2000 menunjukan jumlah penduduk perkotaan di indonesia telah mencapai lebih dari 85 juta jiwa, dengan laju kenaikan sebesar 4,40% per tahun selama kurun 1990-2000. Jumlah itu kira-kira hampir 42% dari total jumlah penduduk.


2.      Masyarakat ( sebagai terjemahan istilah society ) adalah sekelompok orang yang membentuk sistem semi tertutup ( atau semi terbuka ). Society berasal dari bahasa arab “musyarak”. Atau lebih abstraknya, pengertian masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Kata society berasal dari bahasa latin, societas yang berati hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti society berhubngan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan yang sama dalam mencapai tujuan bersama dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Dari definisi diatas masyarakat adalah sebuah komunitas yang saling tergantung satu sama lainnya atau interdependen.
Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan mata pencahariannya, pakar ilmu sosial mengidentifikasikan ada :
·         Masyarakat pemburu
·         Masyarakat pastoral nomadis
·         Masyarakat bercocok tanam
·         Masyarakat agrikultural intensif atau masyarakat peradaban
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya :
·         Masyarakat band
·         Suku, chiefdom
·         Masyarakat negara

3.     Mortalitas Penduduk.
Mortalitas adalah ukuran jumlah kematian ( umumnya atau karena aku=ibat yang spesifik ). Pada suatu populasi, skala bersesuatu populasi, perkali satuan. Mortalitas khusus mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per 1000 individu per tahun. Hingga rata-rata mortalitas  sebesar 9,5 berarti pada populasi  100.000 terdapat 950 kematian per tahun.
10 negara dengan tingkat kematian terbesar :
·         Angola 192,50
·         Afganistan 165,96
·         Sierra leone 145,24
·         Mozambik 137,08
·         Liberia 295,00
·         Niger 122,66
·         Somalia 118,52
·         Mali 117,99
·         Tajikistan 112,10
·         Guinea bissa 108,72
4.      Saya akan membahas tentang tingginya angka kematian di indonesia terutama pada ibu dan janin.
TribunLampung.co.id – berdasarkan data dari kementrian kesehatan pada 2011 lalu, indonesia menyandang predikat pertama kasus ibu dan janindi asia. Hal tersebut diungkapkan dr.usman ginting, wakil direktur media rumah sakit natar medius.
ü  Penyebab-penyebab tingginya angka kematin ibu dan janin :
1.      Banyaknya persalinan masih dilakukan di rumah
2.      Usia ibu yang masih tergolong muda
3.      Kurangnya rumah sakit atau puskesmas di daerah-daerah terpencil
ü  Cara mengurangi angka kematian pada ibu dan janin
·         Melalui penempatan bidan di desa-desa terpencil
·         Pemberdayaan keluarga
·         Menggunakan buku kesehatan ibu dan anak ( buku KIA) dan program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K)
·         Penyediaan fasilitas kesehatan pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar ( PONED ) di puskesmas

5.      Tanggapan saya tentang tingginya angka kematian pada ibu dan janin sangatlah memprihatinkan. Karena dengan tingginya angka kematian menunjukkan bahwa rendahnya kesehatan di indonesia khusunya tentang kelangsungan hidup di suatu wilayah, juga sebagai gambaran pembangunan manusia di suatu wilayah. Sangat menyedihkan, justru kematian ibu dan janin banyak terjadi di sekitar tenaga kesehatan. Karena tingginya angka kematian ini maka semua stakeholder terutama yang bekerja di bidang kesehatan harus mempunyai perhatian yang menyeluruh dalam setiap pelayanan kesehatan, yaitu dengan menurunkan angka kematian ibu dan janin sampai titik nol kecuali kematian akibat kecelakaan. Jadi kesimpulannya : Petugas medis haruslah meningkatkan pelayanannya terutama pada ibu dan janin, Para ibu pun diberi penyuluhan bagaimana cara mengatasi masalah yang akan mereka hadapi, Kepeduliaan dari masyarakat sekitar karena dari kepedulian itulah akan membantu mengurangi terjadinya kematian ibu dan janin.

 Sumber :

adiatmojo1.blogspot.com/2012/10/pengertian-penduduk-masyarakat-dan.html
id.wikipedia.org/wiki/mortalitas
lampung.tribunnews.com/2012/03/17/indonesia-nomor-1-kasus-kematian-ibu-janin-di-asia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar