Senin, 04 November 2013

Peranan pemuda dan identitasnya di dunia pendidikan dan perguruan

1.      Pendidikan
Sarana bagi para pemuda dalam rangka mencari kesuksesan di masa depan dengan cara belajar berbagai macam ilmu baik secara akademik maupun non akademik. Belajar secara akademik seperti belajar di suatu lembaga yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau seni tertentu, yang mencakup program pendidikan sarjana, magister, dan doktor. Dan belajar secara non akademik itu seperti kemampuan seseorang diluar bidang akademik atau pembelajaran contoh : ahli dalam olahraga.

2.      Peranan pemuda di bidang pendidikan
Kemajuan suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas pendidikannya sedangkan masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Disinilah terlihat keterkaitan peran pemuda dalam pendidikan. Oleh karena itu, masalah pendidikan nasional harus menjadi prioritas dalam pembangunan bangsa, dan hal itu telah diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 khususnya pasal 31 ayat (3).
Dalam rangka mengimplementasikan amanat tersebut semestinya pemerintah dapat menyelenggarakan pendidikan yang dapat diikuti oleh seluruh bangsa tidak terkecuali yang belum beruntung dalam bidang ekonomi. Pendidikan bukan semata-mat menekankan arti penting nilai akademik kecerdasan otak atau intelegensia. Namun, harus mencakup kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.
Peranan pemuda jelas menjadi sangat penting khususnya para mahasiswa dan hal itu juga telah dibuktikan oleh para pejuang pergerakan nasional. Namun harus disesuaikan dengan tuntutan situasi dan kondisi serta pengembangan zaman dengan tidak meninggalkan nilai-nilai dan jati diri bangsa. Generasi muda merupakan pondasi bangsa dan sebagai agent of change yang diharapkan mampu tampil untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang telah dirintis oleh founding fathers termasuk dalam memajukan pendidikan.
Dengan peran pemuda yang sangat penting itu maka diharapkan para pemuda dapat menjalankan peranannya dengan baik seperti berprestasi di bidang akademik maupun non akademik.
Dan dapat diharapkan para pemuda mencerdaskan diri dengan mengenyam dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang mereka punyai.
Para pemuda, para pelopor pendidikan indonesia mampu mengenal secara esensial apa itu pendidikan, yakni memediasi manusia untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan demi mencapai kemaslahatan bersama. Inilah torehan sejarah berdarah dan sarat nilai, peran pemuda indonesia dalam kanca historisnya adalah mengambil posisi pelopor dalam mentransformasi budayanya melalui penciptaan media serta alat-alat perjuangannya melalui pendidikan yang revolusioner dan bukan yang lain.



3.      Contoh kasus yang akan saya angkat adalah bagaimana cara mewujudkan pendidikan nasional yang baik.
Negara indonesia ini memang masih menghadapi kendala dalam anggaran. Oleh karena itu, walaupun anggaran pendidikan telah mengalami kenaikan. Namun, dirasakan belum mencukupi untuk mewujudkan hasil pendidikan yang diharapkan. Diperlukan kesadaran dari semua penyelenggara negara untuk kesadaran dari semua penyelenggara negara untuk memprioritaskan pendidikan, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Disamping itu semua komponen bangsa termasuk para pengusaha yang sudah maju perlu berkontribusi dalam pendidikan yang merupakan bentuk tanggung jawab sosial.

4.      Tanggapan saya adalah lebih diaturnya pendidikan di indonesia, baik dalam hal anggaran atau pun dari para pengurusnya.dalam hal kepengurusan sebaiknya tidak mengganggu jalannya pendidikan itu sendiri dikarenakan apabila sudah rusak dari dalam maka akan rusak semuanya. Karena itu  menurut saya melalui pendidikanlah dapat menghasilkan pemuda-pemuda yang tidak hanya menyandang gelar sarjana namun juga pemuda yang memiliki motivasi, semangat ilmiah, yang kreatif dalam berbagai hal, yang selalu mencari kesempurnaan dan juga menghindarkan apatisme serta setengah-setengah.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar